Tampilkan postingan dengan label highschool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label highschool. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2009

Our Suhu-Last Episode

Setelah Try Out, guru-guru pasti akan membahas soal tersebut pada pertemuan selanjutnya. Begitu pula Suhu D.

Suhu D : “yak.. nomor 1. jawabannya…”
Murid : “ A”
Suhu D : “yak Bagus! Nomor dua..”
Murid : “C”
Suhu D : “yak bagus!”
Murid lainnya : “Bukan.. jawabannya E pak!”
Suhu D : “Yak Bagus!”
Murid lain jg : “Lah pak.. D pak jawabannya,..”
Suhu D : “Yak.. C boleh, kalo mau ngebuletin E juga boleh, mau D juga tidak apa-apa.. tapi.. jawaban yang benar adalah B. Yak.. soal selanjutnya.. nomor 3”
Viriya : “Pak, kok jawabnnya B pak? Bukannya E. Pembahasannya bagaimana pak?”
Suhu D : “ Yak.. nanti selesai diberitahu jawaban semuanya, baru kita dalami lagi soalnya. Yak selanjutnya soal nomor 4”
Murid : “Nomor 3 pak!”
Suhu D : “yak.. nomor 4 boleh, tapi nomor 3 dulu.. yak.. nomor 3 jawabannya..”
Murid : “C”
Suhu D : “yak bagus. Soal nomor 3 benar semua. C. Oh iya soal nomor 2 tadi yang bener 30 orang. Yak selanjutnya nomor 3 jawabannya apa mbak clarabella..”
Clara : "Jawabannya A pak."
Suhu D : "Yak, Bagus. Di nomor ini yang menjawab benar ada 38 orang, yang menjawab salah hanya dua. Yak, namanya.. Imanuel, yak mana ini yang namanya imanuel?"
Mige : "Saya Pak!"
Suhu D : "Yak jawaban kamu B, Boleh. Tapi yang benar A. Yak, besok2 jangan salah lagi yah!"

Kemudian, sepanjang pembahasan Try Out, yang suhu kami lakukan hanyalah membahas persentase yang menjawab benar, berapa banyak yang salah, dsb. Nyahnyahnyah

***

Suatu hari yang cerah, hari dimana kita masih belajar seperti biasa sebelum memasuki minggu tenang. (gw gak habis pikir kenapa dinamain minggu tenang, udah jelas-jelas itu libur persiapan UN yang membuat jantung ketar ketir jedag jedug tak keruan, kenapa disebut minggu tenang??KENAPA?!).

Suhu D : ‘yak, Selasa besok kalian akan menempuh Ujian Nasional. Sebelumnya, bapak akan memberikan pelatihan menghadapi UN. Yak, tolong itu dibagikan kertas LJKnya..”
Kemudian kertas LJK tersebut dibagikan. Murid-murid pun bertanya-tanya. Pelatihan macam apakah yang akan Suhu D berikan. Apakah tips dan trik menjawab pertanyaan bahasa Indonesia agar benar 100%. Ataukah, pola pembulatan ljk yang biasa digunakan para pembuat soal?? Ataukah mungkin Suhu D sudah mengetahui jawaban UNnya setelah ia bertapa 7 hari 7 malam?? Ohh.. Begitu saktinya kauu Suhu D

Suhu D : ‘yak, sekarang kita belajar membulatkan. Ini penting ini. Kalian tidak boleh salah. kalian isi nama kalian, tanggal lahir, nomor peserta, kolom kode soal, tanda tangan, nama sekolah.”
Murid : “yah pa… begitu maa kita bisa”
Suhu D : “Jangan kalian sepelekan itu. Banyak anak-anak murid yang salah membuatkan. Tahun lalu ada yang pakai pensil HB. Untungnya itu Ujian Sekolah. Jadi bisa diperiksa ulang oleh kami."

Lalu murid-murid pun mulai membulatkan Ljk satu persatu. Kemudian LJK tersebut dikumpulkan kembali ke Suhu D.

Suhu D : "Yak, bapak sudah memeriksa, ternyata ada beberapa teman kalian yang melakukan kesalahan. Yang pertama adalah Nadya Sabiana, mana nadya sabiana?"
Murid : "Nadya Sashafiana pakkk..."
Suhu D : "Yak mba nadya sashafiana. ini kamu nulis tanggal kok 20-Mei-2009. Haduhh, nanti ditanya siapa guru bahasa indonesianya, malu saya! harusnya nulisanya ngga pake setrip ituu. Besok pas Un nulisnya jangan begitu yah!"
Nadya Sasa : "iyaa pak."
Suhu D: "Selajutnya, mba Nadya Aprilia, Masa nulis tanggal cuman angkanya aja. 200509. Pokoknya anak-anak besok pas UN nulisnya yang bener. Nulis tanggalnya harus 20 Mei 2009. masa nulis tanggal aja banyak yang salah. Nanti kalo pengawasnya nanya, siapa ini dguru bahasanya, kan saya malu saya. Pokoknya jangan salah. Kolom-kolom yang lain juga harus diperhatikan. Tanggal lahir jangan ditulis tanggal hari ininya. Ngerti??"
murid : "iyaa paakkk.."

***
Ujian Nasional telah usai, tapi ujian sekolah masih menanti. Untuk program IPA, UAS Bahasa Indonesianya cuma ujian menyimak a.k.a mendengarkan, seperti Ujian Listening kalau di Bahasa Inggris. Pertamanya kita menyepelekan. Ternyata ujian menyimak itu lumayan susah juga, selain yang ngomong itu cepet dan kadang jawabannya tidak diucapkan langsung didialognya melainkan hanya terbesit sedikit, belum lagi rekamannya hanya diputar sekali. Selesai ujian kita pun mengadu ke Suhu D.

Murid : "Suhu D.. Suhu D, kok rekamannya cuma sekalii sii?? mana cepet... kan kita jadi ngga tau jawabanya.."
Suhu D : "Yak Bagus satu kali, daripada ngga diputerin.."

--the end--

*aihh guaa jadi kangen denger lawakannya pelajarannya Suhu D... uhuhuhu..
**btw, akhirnya ngegantung ya? ehe. abisnya kecacadan yang dilakukan suhu yang terakhir gw inget itu doang sii. ahaha. last episodnya kurang gereget yah? ehe. maap2

Jumat, 05 Juni 2009

Our Suhu – episode 2

Cerita sebelumnya : Suhu D berniat untuk mengambil nilai pidato murid2, tapi takdir belum menghendaki.


Musim Hujan pun datang. Disuatu hari, hujan begitu lebat. Murid-murid banyak yang terlambat dan kebasahan. Pada hari itu dijadwalkan suhu D akan mengambil nilai pidato kami yang terus tertunda. Jam pelajaran bahasa Indonesia pun tiba. Sebelum mengambil nilai, suhu D memperingatkan.


Suhu D : ‘ Pidatonya harus tepat 3 menit! Yak.. 3 menit *menggerak-gerakan tangan hampir kayak jeng kelin gitu, bedanya posisi tangan diletakan didekat muka, sekitar 10cm tegak lurus muka. * . ‘yah.. kalo misalnya kurang-kurang dikit itu nggak apa-apa. Kalo kurang banyak ya tidak boleh. Harus remedial.’


Kebanyakan, pidato siswa-siswi isinya tak jauh-jauh dari… persiapan un, persiapan test ptn, moving class (karena aturan itu baru diberlakukan disekolah gw saat itu), aturan pemerintah ttg masuk sekolah jam setengah 7, dll. Giliran pidato gw agak awal-awal. Mana gitu, gw menyadari bahwa, pidato gw pendek. Sepertinya akan kurang dari 3 menit. Gw pun memcoba memakan durasi dengan cara di cocol saos tomat dan kecap. Ehe. Ngga ding,, dengan cara mengulang pidato gw dua kali (yg pidato pertama, abis anak-anak pada ketawa gw jadi ngeblank. Akhirnya ulang lagi deh). Setelah itu, bagian pembuka idato gw buat lebai. Isi pidato gw panjang-panjangin dan pake. Hmmm.. yang agak cukup lama. Setelah gw rasa cukup, gw sudahi lah itu pidato.


Suhu D : ‘yak bagus! Kurang seperempat menit. Yak tapi nggak papa, nggak perlu remedial lagi ya mbak Eka.. selanjutnya.. mbak Nadya Sabana..’

Murid : ‘Nadya Sashafiana pa..’

Suhu D : ‘Yak.. Nadya Safana..’

Murid : ‘ Sashafiana..’

Suhu D : ‘Nadya Sashafina..’

Nadya : ‘Sasha- fi- ana pa..’

Suhu D : ‘ yak nadya S. maju!’


Nadya pun maju. Untuk menambah keindahan pidatonya (baca: menghabiskan durasi), iapun menambahkan idiom-idiom, pribahasa nan ciamik dan aduhai.

‘apabila kita hanya belajar saja tanpa doa. Maka itu bagaikan sayur asam tanpa garam. Maka sebaiknya kita juga berdoa, agar jerih payah kita di ridoi oleh Tuhan YME..’


setelah ia rasa cukup, ia tutup pidato ciamik itu.


Suhu D : ‘yak kurang tiga menit seperempat. Pertemuan berikutnya kamu remedial.’


Kasian kamu nad, mungkin sebelum maju kamu belum membaca doa, sehingga Tuhan belum meridoi usahamu..


***


Suhu D juga mengajar kami saat pendalaman materi. Jam pendalaman materi pun dimulai, Suhu D membagikan kertas soal dan ringkasan materi. Murid-murid mengerjakan soal dan Suhu meninggalkan ruangan. Namun tak lama kemudian dia kembali lagi dan membawa kertas lain.


Suhu D : ‘yak.. bapak-bapak.. Ibu-ibu tahun 2012.. mohon perhatiannya sebentar..’

Murid : *memperhatikan dia *

Suhu D : ‘eh.. tahun 2012 kecepetan yah? Hmm.. yawda ganti.. yak.. bapak-bapak ibu-ibu tahun 2020..’

Murid : ‘…’

Suhu D : ‘ yak, bapak akan membacakan hasil Ujian Nasional tahun kemarin. Untuk pelajaran matematika, peringkat sekolah kita adalah …. (gw lupa)’ *selanjutnya Suhu D membacakan peringkat untuk pelajaran2 lain, diselingi pertanyaan2 gak penting dari anak-anak, seperti menanyakan peringkat sekolah lain, dll. Tapi sekolah gw peringkatnya 3 besar loh di jakbar.. (hajah. pamer) *


Setelah selesai membahas peringkat sekolah, akhirnya BEL saudara-saudara!! Jadinya kita ngga jadi membahas jawaban soal tersebut.


Dilain hari pendalaman materinya..


Suhu D : *membagikan soal kemudian dia melihat murid-murid sedang mengerjakan sesuatu* ‘lah, kalian sedang mngerjakan apa itu?’

Murid : ‘tugas agama pak.’

Suhu D : ‘Tugas apa?’

Murid : ‘Bikin perbedaan nikah sama kawin tapinya harus ditanyain ke orang tua pak. Menurut bapak apa bedanya pa??’

Suhu D : ‘hmm..’ *senyum-senyum najong * ‘ lah gampang itu. Nih.. kalo nikah itu rame-rame, kalo kawin itu gak rame-rame.’

Murid : *menulis di kertas tugas *


Kemudian suhu pun memberikan perbedaan-perbedaan nikah dan kawin lainnya, namun gw lupa apa aja, jadinya gw gak tulis. Ehehe. Setelah itu, suhu D pun memberikan tugas. Setelah selesai dikumpul tugas tersebut akan dibahas nantinya. Saat tugas gw selesai, gw un kumpulkan tugas ke depan.


Gw : ‘nih pa tugasnya..’

SD : ‘yak bagus. Ini namanya siapa ini?’

Gw : ‘Eka pa!’

SD : *membaca nama di tugas gw * ’hoo. Mbak eka hardiningtyas.’

Gw : ‘iya pak

SD : ‘Dari dulu namanya eka?’

Gw : ‘iyaiyalah daridulu namanya eka. Masa pas saya mw ngumpulin tugas saya langsung buru-buru ganti nama.’

SD : ‘hoo.. ’ *senyum-senyum najong * ‘udah punya pacar mba eka?’

Gw : ‘Belom pak, bapak mau cariin?? Ehehehe..’ *gantian senyum-senyum najong *

SD : ‘Lah.. kan banyak itu cowok-cowok. Pilih aja tuh. Noh, Ada mas bayu tuh.’

Gw : ‘jah. Udah punya pacar dia mah pa. Cariin yang lain ngapa pa.. ehe ’


Tak lama setelah siswa mangumpulkan tugas, bel pun berbunyi. Alhasil kami tak jadi *lagi! * membahas soal pendalaman materi. Nyah..nyah


***


Bulan Februari, Ujian Nasional semakin dekat, semakin hari Pendalaman Materi semakin intensif dilakukan. Siang itu, langit mendung mengundang. Harusnya, Suhu D sudah datang untuk memberikan pendalaman materi dari setengah jam yang lalu, namun ia tak kunjung-kunjung datang. Gw, Dwinta, Kartika, dan Judith berniat ke BNI dekat sekolah untuk menemani Judith dan Kartika bayar SIMAK UI. Mumpung di gerbang gak ada satpam dan gerbangnya terbuka lebar, kita pun langsung capcus ke BNI.


Bank BNI berjarak hanya sekitar 200 meter dari sekolah. Kami pikir, sebelum Suhu D datang pasti kami sudah sampai lagi di sekolah. Lagipula, belum tentu juga Suhu D mengajar. Namun, saat kita akan pulang, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras! Kami akhirnya menunggu di Bank tersebut. Sekitar setengah jam kemudian, hujan pun mulai reda. Walau masih agak rintik-rintik, kita menerobosnya dan berlari-lari menuju sekolah.


Sesampainya di sekolah, ternyata suhu D sedang mengajar di kelas. Suhu D melihat kedatangan kami, kami pun Cuma nyengir-nyengir najong. Anak-anak sekelas mulai menyoraki. Gw pun langsung duduk di kursi belakang, tapi Judith mendapatkan kursi depan, dan akhirnya harus diinterogasi Suhu D.


Suhu D : ‘abis kemana kamu?’

Judith : ‘BNI pak. Mau bayar simak UI, nih Pak slip pembayarannya.. ehehe.. Bayarnya mesti buru-buru pak, dari kemarin saya bayar udah tutup. Mana gitu besok bates akhir pembayarannya..’

Suhu D : ‘Ho… yak Bagus. Yang lain juga gitu ya. Mesti ikut test-test PTN. Lulusan sekolah kita juga banyak yang masuk PTN2 dan kalaupun masuk swasta juga masuk yang bonafit.’


Fuuhh.. gw menarik napas lega, kirain mau diomelin, man gitu gw kan gak ikut simak, kalo gw ditanya slipnya mana, gw kagak punya kan. Mungkin gw bakalan nunjukin slip pembayaran ITB kali yak, ahahaha.


Namun setelah itu, Judith harus maju untuk menjawab soal. Ehehe. Tapi gw mah selamet, soalnya gw duduk di belakang. Ahahaha.


***

Musim-musim try out un pun tiba. Hari itu di jadwalkan Try Out Fisika dengan pengawas suhu D. Namun, entah kenapa suhu D tak kunjung-kunjung datang. Kami pun menyarankan rehan, si ketua kelas, untuk mencari Suhu D diruangannya, yakni di ruang samping ruang kepala sekolah bukan di ruang guru, karena suhu D adalah salah satu pejabat penting di sekolah gw. Rehan pun sampai di ruangan tersebut.


Rehan : ‘Pa, kelas ipa 2 try out gak pa?’

Suhu D : ‘ya try out lah.’

Rehan : ‘ ya, Ayo pa.’

SD : ‘lah emangnya try out apa?’

Rehan : ‘Fisika’

SD : ‘lah, kok bilangnya ke saya, ke bu kholila lah.’

Rehan : ‘Bu kholila kan sakit, bapak yang ngawas.’

SD : ‘lah kok saya?’

Rehan : ‘iya pak. Kan sekarang jadwalnya Bapak.’

SD : *Ngeliat jadwal try out. * ‘ kelas berapa kamu?’

Rehan : ‘ipa dua.’

SD : ‘ho.. sekarang try outnya matematika..’

Rehan : ‘lah.. Try Out matematika itu kemarin pak!’

SD : ‘sekarang memangnya hari apa?’

Rehan : ‘Selasa Pak’

SD : ‘Lah.. sekarang gak ada try out kamu..’

Rehan : ‘ada pak try out fisika!’

SD : ‘lah.. ini ngga ada..’ *ngasih liat jadwal * ‘kelas ipa 1 kan?’

Rehan : ‘kelas ipa 2 pak..’

SD : ‘ oh… ini try out Fisikanya besok kamu.. Hari Selasa’

Rehan : ‘lah kan sekarang hari Selasa pak?!’

SD : ‘oh iya.. iya.. Ayo nak cepat kita try out!! Nanti waktu try outnya keburu habis..’


- to be continued

Jumat, 22 Mei 2009

OUR SUHU

Alkisah di sebuah SMA yang minimalis (baca: kekurangan lahan) di kawasan kebon jeruk, Jakarta Barat, mengajarlah seorang suhu yg bernama suhu D (untk menjaga nama baiknya, saya samarkan namanya). Dia adalah seorang pengajar bhs indonesia yg tingkat ke-CCd-annya benar2 diatas awan. Oleh karnanya ia kita panggil suhu. Dia adalah suri tauladan ipa dua.

Berikut ini, kisah kasih antara suhu D dan murid2nya..

***

Suatu hari yang cerah, hari pertama kami diajar suhu D. Rasanya tak sabar ingin cepat2 di ajarnya. Bagaimana tidak, suhu D adalah orang yang ramah dan ganteng. Rambutnya yg klimis (kliatan mistis) membuat sosoknya semakin cincai. Saat yg dinanti2 pun tiba. Datanglah dia ke kelas kami. Dan pelajaran pun di mulai.

Suhu D (SD): 'yak judul! Resensi' *baca judulnya berirama, seperti juddul dgn aga2 medok.*
SD : 'yak coba sebutkan langkah2 meresensi.. Hmm *baca absen* yak coba .. *kelas menanti dgn harap2 cemas * mas beben..'
Beben : 'hah? Apa pa?'
SD : 'lah. Kok apa. Yak bagus! (cara bc yak bgus juga medok dgn qolqolah kubro di hurup g). Hmm.. Sekarang coba.. Mba carlabela..'
Murid : 'clara pa..'
SD : 'oh.. Ia.. Clarabella. Kalo clara motor disebelah (jd dismpg skolah gw ada dealer namany clara motor). Yak mba klara.. Coba jwb.'
Clara : 'hmm.. Ngga tau pa,.'
SD : 'nggak tau? Yak bagus! Coba mas deki'
Deki : 'eh.. Hmm.. Ehehe' *cengengesan*
Colid : 'yak bagus!'
SD : 'lah.. Kok yak bagus? Orang gak bisa jawab gitu kok malah yak bgs! Ah payah ni. Yasuda, sekarang semua tulis! Langkah2 meresensi: 1. Membaca buku berkali-kali. 2. Membaca buku berulang kali. 3. Membaca buku berulang ulang..'
Murid : 'zz'

SD : 'yak mana ini spidolnya?' *mengambil spidol dan mulai menulis* 'lah..lah kok ngga ada tulisannya ini?' *mengamati spidol* 'ho.. Tutupnya belum saya buka..'
Murid: '...'

***

Kata2 yak bagus dan judul lambat laun menjadi tren di kalangan siswa dan siswi. Hal tersebut membuat colid ingin mengasah kemampuannya, karena itulah dia belajar mengucapkan kata2 tersebut di rumahnya. Di depan cermin, dengan sepenuh hati & semangat 45 dia berlatih.

Colid : *ngaca* 'joeddul!' *ganti ekspresi* 'juddul!' *membesarkan volume suara* 'JUDDUL!'

Tiba2 terdengar langkah kaki ibu & adiknya yg setengah berlari menuju kamar colid.
Adik : 'bang..bang?? Abang? Ada apa?'
Ibu : 'nak.. Nak.. Kamu kenapa? Nak.. Buka pintunya!'
Colid: 'ngga knp2.. Udah sana pd bubar.. Zz'

***

Suatu ketika, diluar jam pelajaran, suhu D berpapasan dgn murid. Murid2 yg santun pun menyalaminya. Setiap salam, suhu D sering menggelitiki tgn org yg menyalaminya dgn cara menggerak2an telunjuk. Mungkin, hal tersebut merupakan caranya dalam mentransfer ilmu ccdnya.

SD : 'lah, itu tangan mu kenapa nak? Luka begitu?'
Murid: 'jatoh pak..'
SD : 'yak bagus. Daripada g jatoh'
Murid: 'baik pak.. Besok2 saya akan lbh sering jatoh kalau begitu..'
SD : 'yak bagus!'

***
Suatu hari, dijadwalkan suhu akan mengambil nilai pidato. Tapi, murid2 belum mempersiapkannya..
SD : 'yak. Hari ini ambil nilai pidato'
Murid: 'HAH?! Apppaaaa?!'
SD : 'lah kan saya sudah beritahu minggu kemarin..'
Murid: 'belum pa.. Minggu kemarin bpk ga masuk ' *pdhl udh d ksh tw hr sblm dy g msk*
SD : 'oh.. Kalau begitu besok saja ambil nilainya. Skrg, kalian tulis naskah pidatonya, tpi garis besarnya saja. Jgn smwnya..'

Keesokannya, suhu d ternyata tidak masuk. Kemudian lusanya..
SD : 'yak. Hari ini kita praktek pidato.'
Murid: ' hari ini tuh cuma 1 jam pelajaran pa.. Ga ckup wktunya. Mggu dpn aja.'
SD : 'yasuda, minggu dpn..'

Minggu depannya, kami pun menanti2kan praktek pidato. Namun, sudah 1 jam plajaran tak tampak tanda2 kemunculannya. Kami pun ongkang2 kaki dan tidak jadi mempersiapkan naskah pidato. Tiba2 30 menit sebelum bel jam plajaran berakhir, dia datang. Sepertinya dia lupa kalau hari ini praktek pidato. Ia malah menyuruh kami membuka buku & membahas materi lain. Ia juga berbincang2 dgn murid.

SD : 'lah.. Ini bukunya mana??'
Jeki : 'belom dpt pa! Pdhl udah mesen dan bayar juga!'
SD : 'ho.. Yasuda. Sini catet dulu namanya. Siapa namany?'
Jeki : 'zakiyah nurayuning khusnul chotimah pa..'
SD : 'zakiyah.. Hmm.. Mana nama zakiyah.. *meriksa absen* zakiyah.. Zakiah.. Penari padang pasir ternama..' *malah nyanyi.*

SD : 'kamu namanya siapa?'
Lina : 'lina pa..'
SD : 'punya pacar ga?'
Lina : 'ngga.'
SD : 'ho.. Kalo kamu?'
Mariyanti: 'eh.. Belom pa.'
SD : 'cari d glodok sana..'
Lina : 'pa.. Pa.. Ini catatan kecil buat pidatonya kek gini bukan pa?'
SD : 'oh. Ia benar. Lah hari ini praktek pidato! Ayo sekarang praktek. Tidak ada alasan lg buat ditunda-tunda'
Murid: *menatap lina dgn pndgn kesal*
SD : *mmbaca absen. Tiap murid berharap agar jgn maju duluan* 'hmm.. Yak.. Coba mba judit.!'
Judit : *shock. Dia belum persiapan. Judit baru aja masuk abis cacar seminggu.* 'yah pa.. Blm pa..'
SD : 'Ayo mba judit maju.'
Judit: 'pa.. Plis pa, saya buat catatan kecil dulu sbentar.'
SD : 'Ya sudah. Cepat buat! Waktunya 2 menit seperempat! Kalo nanti ngga maju, ngga dapet nilai.. Yg lain juga, buat catatannya.'
Judit: *buru2 buat..*

Sedikit lg wktu habis. Judit pun berlatih pidato dgn terburu2..

Tiba-tiba..
'tereng teng teng.tereng tengterengtengtengteng..'

Judit: 'pa.. Bel pa.. Ehe.. ' *nyengir*
SD : 'Ya sudah. Besok kamu maju..'

***
---> to be continue

Senin, 04 Mei 2009

Upacara Terakhir

Sebenernya mw nulis kemarin, tp gak sempet. Ehehe.. Jadinya sekarang deh.

Kemarin, dengan semangat 45 yang menggebu-gebu, gw dateng kesekolah pagi2 dengan niat mau upacara. Ohowhow.. Mencengangkan bukan?

Apakah kiranya yang membuat seorang gw dateng pagi-pagi buat upacara? Sebabnya adalah karena kemarin adalah upacara terakhir gw di SMA Negeri 65,.

Pas gw dateng upacara udah mw dimulai (yup, dateng pagi2 bagi gw artinya hampir mepet. Biasanya dateng kesekolah ngepas guru udah hampir masuk kelas, bukannya ngepas bel lo. Oho. Terlambat means: i'm not lucky enough to be allow entering the class.nyahnyah.)

Terus gw jalan santai ke kelas lewat tangga depan (kalo lu pnh lewat 65, kita punya tangga di atas gerbang karena saking terbatasnya lahan. Nah itu tangga tercepat menuju kelas 12.oho). Pas gw nyampe kelas, tetumbenan banget kelas acnya super duper adem. Jadi ngantuk.. Ups. Niat gw mw upacara.ehe. Akhirnya gw upacara. Pas gw keluar kelas ada suara guru di mikrofon,

'kelas 12 segera turun!! Upacara mw di mulai!'

Gw pun berpura2 jalan lebih cepat. Pas sampe di bawah, gw bingung barisan gw yg mana. Ternyata kelas 12 yg upacara dikit bener (soalnya ank2 yg absen akhir pd dpt giliran ujian praktek siang2. Jadi pd males dtg pagi laa..)

Upacara pun mulai. Ternyata upacara terakhir rasanya sama aja kea upacara biasanya. Ahaha. Mana gitu tetep aja gw ngobrol. Eh, gw gak ngobrol deh cuma nanggepin omongan okta. Ehe. Legian si okta ngata2in si acil (posisi berdiri acil di dpn gw) mirip vokalis ijo daun. Gw cekikikan terus kan. Eh terus pa hamid dtg. Marah2. Oho.

Terus gw berusaha 'sok2an' merhatiin upacara. Tapi gak lama kemudian okta mulai lg. Gw ketawa lg! Mana abis gitu si arip ngmg ke gw nyuruh draw d fb. Eh terus pa hamid tb2 dtg lagi. Marahnya lebih ganas. Ehe. Kita pun diem sesaat lagi.

Eh ternyata, pa soleh moto2 dari atas. Gw pun nyengir2. Oho.. Terus udah gtu blg k acil, 'cil, poto bareng vokalis ijo daun' (eaa..) terus si acil ngadep samping sok2an ngartis. Nyahnyah.

Terus udah gitu paduan suara nyanyi. Oho.. Jadi inget gw dulu..

Dulu awal2 masa jabatan gw, gw kalo upacara datengnya super duper mepet. Padahal gw dirigen paduan suara. Kikiki.. Gw males banget soalnya dengan tugas gw yg satu itu. Gw pun ngedirigenin asal2an. Males2an. Super duper letoy parah.

Tiap abis upacara ada aja guru yang negor gw, 'kamu kan pemimpin paduan suara, yang semangat dikit dong. Kalo pemimpinnya lemes, yang nyanyi juga ga semangat'
Sampe bu upi di kelas ikut2an, 'tyas.. Tyas.. Kok jadi dirigen kelemar kelemer gitu.'
Abis itu gw cuman nyengir2 najong. Ehe.

Udah gitu, tiap gw upacara, gw pasti kelabakan nyari topi !! Hahai. Kadang2 karena ga keburu nyari, anak padsu pun minjemin topi ke gw. Ehe.. Dulu malah pernah gw di suru pake topi paskib. Ahahahaha..

Terus udah gitu, karena untuk keperluan lomba, kita pun nyari pelatih. Pelatihnya baik pula, gw jadi kagag enak kalo ngedirigeninnya dgn letayletoy kelemarkelemer. Akhirnya, gw pun tiap upacara ngedirigeninny jadi gak letoy lagi. Suara padsunya pun jadi lebih bagus. Ehe.
Terus pas dulu gw ke ruang kepsek minta duit lomba, bu endang bilang, 'dulu padsunya kan jelek bgt. Apalagi dirigennya, lemes begitu. Tapi sekarang udah berubah ya. Ibu jadi bangga. Ternyata kebijakan ibu ganti pembina padsu berhasil juga.'

Dalem hati gw bilang, pembinanya ma ga ngepek. Yg bikin kita berubah kan pelatih kita yg kita bayar mahal. Sekolah aja gak ngasih subsidi. Minta uang buat lomba aja susahnya minta ampun. Giliran menang aja, baru di elu-elukan.

Balik lg ah ke upacara masa kini.. Ohoho.
Udah gitu, abis poto2. Bu Endang lagi pidato. Isi pidatonya tentang masa akhir jabatan dy ma gedung 65 yg baru. (eaa. Kita lulus dy baru keluar, kita lulus 65 gedungnya baru dan lebih besar. Sial)

Udah gitu, tiba2 pak hamid dtg lagi. Eh ternyata mengomentari sepatu gw. Hado..
Pa hamid (PH) : 'Itu sepatu apa sendal.'
Gw : 'sepatu dong pa.. Ehe. Jadi gini pa, ini sepatunya udah kekecilan, jadinya belakangnya saya injek. Nih liat ya pa.. *make sepatunya dgn benar* ga muat pa.. Abisnya mau beli sepatu baru tanggung mau lulus. Ehehe..'

Fyuu.. Untung pa hamid menerima alasan gw. Oho. Sebenernya sepatu yg gw pake itu sepatu ade gw, sepatu gw malah udah ancur lebur..

Udah ah tentang upacara terakhirnya. Intinya di lapangan tersebut gw sering di omelin gara2 ngobrol. Ahahai.

Pernah di jewer.

Pernah di suruh maju ke podium buat mimpin anak2 nyanyi lagu wajib pula (waktu itu yg nyuruh pa darmadi tuh! Sial, padahalkan harusnya paduan suara doang yg nyanyi. Udah gt gw belagak oon aja.hahai. Tapi malah gw memalukan harkat dan martabat gw. Hado..)

Pernah juga di hukum satu kelas (pas kelas 11) gara2 bukannya nyanyi malah ketawa. Akhirnya kelas kita tugas lg bwt mggu depannya.

Pernah juga gw maju ke depan gara2 menang lomba.

Pernah apalagi yaa..

Tau ah lupa.. Oho..
Pas dulu tau ternyata gw masuk 65., empet bgt gw rasanya. Kek dunia gw hampa, masa depan gw ancur. Hahai . Ternyata nggak kek gt!
Banyak juga yg nyenengin di 65.
Oho.. :D

Tettereterettettet
'jaya es em a 'nam lima.. Untuk sela ma la manya..'
(mars sma 65 , by pak yoyo.)

Kamis, 30 April 2009

Kacamata

Tadi gw lg nunggu giliran prakter agama sama dwinta di depan musola. Duduk nyender sambil bengong2, abisny capek bgt abis praktek olah raga.

Gw bersihin lensa kacamata gw. Terlihat cukup banyak goresan di lensanya. Gagangnya pun udah dekil dan berubah warna. Dulu orange cerah, jadi orange pucet. Maklum udh 3 hampir 3 tahun umurnya. Udah 3x ganti lensa jg. Kacamata gw yg ijo kemaren patah si. Ada kacamata gede warna transparan si dirumah. Tapi gak nyaman buat pemakaian sehari2. Trus gw liat kacamata jawir.

Gw: 'nta, kacamata jawir lucu yak transparant.'
Dwinta (dw): 'gw malah ga suka kacamata kek gitu. Aneh tau. Dulu si ruri pnh punya juga kan kacamata kek gitu, eh cepet bgt rusaknya.'
Gw : 'ho.. Pengen ganti kacamata dah. Hmm.. Kek punya jonathan mulya keren tuh yak. Besi2 gitu.'
Dw : 'oh.. Ia2. Keren tuh'

Terus kita bengong2 lg. Gw liat pohon2an disekolah.

Gw : 'kalo kacamata dari kayu, lucu juga kali yah?'
Dw : 'eh.. Iya tuh lucu! Lu pake kacamata gitu dah, pasti lgsg jd trendsetter'
Gw : 'iia.. Terus kayunya dari kayu hitam, apa dah namanya ebony yah? Beh.. Manteb.'
Dw : 'ia ebony, kan ada dibuku psikotest. Tapi, Kalo item nanti gak keliatan kayunya yas..'
Gw : 'hmm.. Tapi kan ada alur2 pohonnya gitu. Bukannya tambah keren yah? Jd dri jauh orang gak nyangka itu kayu. Pas dideketin baru keliatan kayu. Tapi kayu2 yg gak item juga keren si kalo jd kacamata. Ada gak yah yg buat?'
Dw : 'ga tw yas. Mesen kalo bikin gituan mah..'
Gw : 'dmn? Tukang furniture?'
Dw : 'optik lah.'
Gw : 'optik bknnya bikin lensa doang?'
Dw : 'ga tw dah. Emg g bs bkn frame y?'
Gw : 'mm..'

Trus kita pun bengong lagi. Dibuai dengan angin mendung yang bikin ngantuk.

Mau kacamata dari kayu ebony.
Tapi bikin dimana ?
Tapi pengen.
Pasti keren.
Yang punya cuma gw.
Modelnya fulframe gitu.
Kotak, tapi gak kotak bgt. Bentuknya mw dbuat hampir mirip kea kacamata gw yg ijo yg patah.
Tp jgn kek gitu bgt.
Aduh.. Susah dijelasin.
Pokoknya bentuknya simple tapi elegan. Ahahai.
Makin keren pasti gw klo pake tuh kacamata.
Mantab.

Rabu, 29 April 2009

Arghh!!

Td praktek tik banyak bgt ternyata, word, excel, photoshop, coreldraw, sama power point.

Waktunya dari jm 12 sampe stgh 2.dan seHarusnya gw keburu ngerjain itu semua!!

Tapi pas gw ngerjain, bu *ü§*@ dateng, dy minta foto padsu dari hape gw.

Gw: *sambil ngerjain excel, tgs word udh kelar* 'gak ada bu. Dulu hape saya kena virus, jd ilg smw.'
Bu *ü§*@ (b§): 'Yah. Terus siapa yg punya?'
Gw: *msh ngerjain smbl nengok ke dy kdg2*'mmm.. Ga tw deh. Siapa yah' (gw mengingat2 tmn gw yg lain,Tiara ma desy hpny baru. Nurul hpnya di banting bokapnya. )
B§: 'siapa yg pny?'
Gw: *msh ngetik2* 'di facebook saya ada sih, ibu buka ambil aj tuh darisitu'
*gw ngarep dy nyari fb gw sendiri,secara guru2 jg bnyk yg pny fb. Gw kira dy jg pnya kan. Gw mau ngerjain tugas ujian praktek gw! Plis.. Pergi kek sana*
B§: 'oh. Yawda dari situ aja minta tlg bu dina(guru tik)'
Gw: *yes! Akhirnya lu pergi,*
B§: 'coba sini nak kamu gituin.. '
Gw: *gondok stengah mampus. Waktu prakteknya krg dr 1 jm lg! Gw blm kelar. Tp klo gw gak urusin nii nene kerenyem pasti bakal bawel terus. Argh!*(akhirnya gw gituin kerjain secepet mgkn biar gw gak keabsn waktu prakteknya. Tapi kmptrnya sedikit ngadet2 pas ngedownlod fotonya. Damn!)

Selama gw ngesave tu poto bu busra sok2 nanya2in gw. Argh! Malah bikin gw gak konsen!
B§: 'bisa kamu nak ujian prakteknya?'
Gw: 'bisa'
B§: ' susah ngga?'
Gw: 'biasa aja.' (dalem hati blg. Lu tuh GANGGU UJIAN GW!! Diem kek biar cepet. Bawel bgt!)
B§: 'ini fotonya buat poster gitu, nanti ada gmbr2 ekskulnya, daripada ntr ga ada padsunya, ntr kamu gmana2 lagi'
Gw: *datar* 'ou'
B§: 'panas bgt yah ruangannya?'
Gw: 'ia.'
B§: 'pengap..'
Gw: 'mati acnya keknya.' *nengok k ac* 'tp kayanya nyala'
B§: 'apa karena pada tegang karena ujiannya yah, jadinya kebawa panas deh.. Haha'
Gw: 'ha. Ha (ketawa maksa dgn ekspresi datar). Gak juga.'

Akhirnya selesailah urusan gw dgn b§. Trus gw ngelanjutin tugas excel gw. Gw masukin formula2, hampir kelar, 3 kolom lg,. Pasti keburu ngerjain yg lainnya. Gw mesti ngejar waktu gw yg td kebuang karena ngurusin tu org.

Tiba2.. Komputer gw RESTART!! AAARGHHH!! Gw blm ngesave! Gw banting2 mousenya karena kesel. Gw panggil guru tiknya.

'IBu! Komputer saya Mati! Argh! Udah tinggal dikit lg padahal excelnya!!'

Rasanya pengen gw ancurin tu komputer. Mana pny gw doang yg mati. Arggh!
Terlihat ibunya lagi masukin nilainya temen gw yg udah kelar!! Gw akhirnya nempatin tempatnya dy,

Guru tik: 'cepetan sini ntr waktunya gak keburu.'

Waktu tggl stgh jam lg. Gw ngetik ulg excel dgn buru2. Disamping gw beben berisik bgt!

Beben: 'yas..yas.. Rumus ini gimana?'
Gw: 'Ga tw'
Beben: 'coba ini liat dulu.. Gimana yas, plis.. Plis'
Gw: 'gw LAGI NGETIK ULANG!! LO GA LIAT APA?!'
Beben: 'beni.. Beni.. Ini gmn?' *beni duduk di sblh gw. Posisi gw yg baru diantara beben dan beni* mereka terus2an ngomong. Ga berapa lama, excel gw selesai. Gw buat corel, sekaligus photosop. Abis gw gambar lingkaran dan kotaknya, gw gak tw lg mesti d apain. Pdhl gw sblm prktek bc buku tik. Gw tanya beben. Dy juga ga bisa. Tanya beni, beni nanya rido. Rido lg bikin slide show power point.

Rido: 'bentar dulu..'
Gw: 'cepetan do' *melanjutkan bikin photosop tapi karena gw panik entah kenapa jd ribet smwnya* '
Beben: 'yas bikin ini gmna?'
Gw: 'pake filter yg lens flare.'
Beben: 'yang mana?'
Gw: 'cari di fiter.'
Beben: 'gak ada yas.'
Gw: 'cari satu2 ben! GW AjA bELOM BEN!! Rido ini corel gmana?'

Trus rido pun ngsh tau langkah2nya. 3 tugas corel lainny pun sama aja langkahny, tinggal ngikutin doang. Selesai itu, gw tinggal ngerjain photosop 1 lg, sama 5 slide . Waktu 15 menit lg. Gw buka power point sambil bikin tugas potoshop yg 1 lg. Gw hampir kelar ngedrag yg 1 dan tinggal ngeflip horizontal, maka jadilah. Gurunya udah mulai keliling. Gw liat waktunya, harusnya meriksanya 10menit lg!! Kenapa skrg udh nilai!

'selesai gak selesai. Ibu g mw tau. Ibu nilai skrg.'

Pas ibunya ketmpt gw, gw bru ngetik 1 slide power point, ngeflipnya blm selesai pula.

Bu dina: 'mana wordnya?
Gw: 'di kmpter yg ngehang tadi.'
Trus dy meriksa yg lainnya
Gw: 'saya bntar lg selesai bu. Tadi kan kmputernya ngehang' *gw berharap dy ngsh tenggang waktu ke gw*
Pa irfan(guru tik yg 1 lg): 'lah.. Kok eka yg duduk disini.'
Gw: 'tempat saya td ngehang kmptrnya'

Pa irfan pun ngelanjutin meriksa. Abis selesai mereka meriksa, gw lanjutin lg. Trus jadilah slide show gw. Walau gak gw masukin efek2nya. Setidaknya akan menambah nilai gw.

'filenya g ush disimpen ya.. Langsung matiin komputernya'

Argh! Kalo g disimpen berarti udah gak diperiksa LAGII!!
Gw tinggal lgsg kmptrnya.

Argh! Pasti nilai praktek gw pas2an.!!

Emang si banyak yg belom kelar jg, tapi gw kesel aj tuh ama b§. Guru SOSIOLOGI KOK NGGA NGERTI SITUASI YAH? Buat apa tu titel HAH?! Nyuruh2 disaat kek gt. Kek gak pernah ujian aj dulu.

Kesel gw ama dy. Aaaargh!!

Sabtu, 25 April 2009

Ngebolang Sehabis UN

Jum'at kemarin, setelah satu minggu bergumul dgn UN yang melelahkan fisik dan mental, aku dan teman2ku memutuskan untuk keliling jakarta naik busway. Oho.
Setelah perdebatan panjang pas hari kamisnya, dan juga hari jum'atnya, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke monas, dan sekitarnya. Dari 8 orang yang tadinya berencana pergi, akhrnya cuma 5 org yg pergi. Inilah 5 orang tersebut (tararamtamtam... Jeng.. Jreng): gw (tyas), dishya, desy, nieke dan okta.

Perjalanan kami dimulai dari halte busway di jalan sasak (soalnya deket dari sekolah). Selama perjalanan kita berbincang2 kecil biar ga bosen.
Dishya: 'jadi inget deh pas wktu itu ke dufan bareng. Jadi pengen lagi..'
Tyas (t) : 'ahaha.. Iaa.. Kita kepisah busway ma nykp lu'
Desy (de): 'ah. Waktu itu gw gak ikut'
Dishya (di) : 'siapa suruh gak ikut, yawda mudah2an dpt tiket gretongan lg yak dr bkp gw..'
t : 'ehehe.. Asik.. Asik. Eh trus kita ke waterboom juga yu.. Gw blm pnh tu kesitu'
De : 'ia.. Yuk.. Yuk..'
T : 'naik perosotannya tu..'
Nieke (n): 'tapi naik yang dibannya itu ga bisa sendirian. Lgian bisa kepental, mending berberapa gt. Ngeri jg sndirian.'
T : 'ah tapi gw gak mau ah ama mami (mami adalah sebutan bgi teman gw yg bdannya aga gempal dan montok).. Ntr gw kepental lagi dari bannya..'
Yang lain: 'ahiahia.. Parah lu.. Ahaha.. Tp emg serem jg ya kalo kepental'

Selain itu kami juga berbincang tentang pemandangan yg kami lihat.
Di : 'deket sini ni.. Smp gw..'
Okta (o): 'yg mana sya?'
Di : 'itu.. Nanti abis kali itu'
Di atas kali itu mengapung sesuatu (tenang2.. Bukan yg kuning kecoklatan dan panjang itu serta mengeluarkan bau tak sedap kok). Ada sekitar 3 perahu, bertuliskan kopiko berjajar dikali tersebut.
T : 'eh..eh.. Masa perahunya ada tulisan kopiko. Sya, jgn2 lu pas smp ke sekolah naik perahu itu lagi?'
Dishya: 'eh.. Pernah si..'
T : 'naik perahu itu bayar pake kopiko apa jgn2 abis naik dikasih kopiko?'
Di : 'ngga lah! Gelo.'
T : 'ho..'

Akhirnya.. Sampailah kami di Tujuan pertama.. museum Nasional a.k.a museum gajah.

O : 'pokoknya! Pertama kali kita mesti ngunjungin museum gajah! Gw mw liat patung peter pan! Waktu itu gw kesitu tp udh tutup. Jgn sampe jam 2! Jam 2 udh tutup'

Nah, that's why kita ngunjungin museum gajah duluan. Coz si okta ngebet pgn liat tu patung. Dy ngefans bgt2 da tu ama piterpen. Selain itu kita nyampe jm 1an, jadi takutnya udh keburu tutup museumnya klo kita ke monas dulu.
Sesampainya di museum kita lgsg keliling2 museum (iaialah, masa mau kayang di museum).

O : 'aduh.. Patung piterpennya mana si??'
N : 'bukan disini kali ta.. Ditempat lain.. Kita keliling aja dulu'
T : 'eh.. Eh ada patung ganesha, lambangnya itb. Mw poto de..'

Namun gw lgsg mengurungkan niat karena ada tulisan no 'potograph' dan ada mas2 penjaga museum. Akhrnya kita pergi menuju ruang lain yang lebih sepi.
Setelah jeprat-jepret sana sini (tebak, apa yg dijepret?), kita ke suatu ruangan yg tempatnya dibelakang. Agak sepi memang.

Di : 'ih sepi banget.. Serem daa'
O : 'iia.. Serem'
T : 'udah si masuk aja'
O : 'ntr klo pintunya ketutup sendiri gmn?'
T : 'yeh! Konyol. Jgn mikir yg ngga2'
Di : 'eh.. Eh poto dipintunya yo..'
O : 'ia.. Lucu jg ya poto disini'
Akhirnya kita pun foto2. Dan semuanya jadi gak takut lg. Ternyata di dalam ruangan itu isinya batu2 gt..

Lalu kita ke thai room.. Diruang itu terdapat semacam kain sulam yg bagus2.
De : 'iih.. Kainny lucu de...'
Di : 'iaa. Lucu ia.. Hmm.. Kain apa ya?(membaca penjelasan dibawahny) He? Des.. Des..'
De : 'ngapa?'
Di : 'baca de.. Ini kain penutup mayat!'
De : 'aaa~'
Desy dishya kemudian berlarian keluar, gw yg ga tau apa2 ikut2an lari, okta dan nieke pun demikian..

Mas2 penjaga museum: 'lah? Kenapa?'
Kita: 'ngga kenapa2 kok..'

Setelah kejadian tersebut kita lebih selektif dalam memilih ruangan yg akan dimasuki dan diliat2. Okta pun masih getol nyari tu patung piterpen..

O : 'aduh.. Mana si??'
T : 'itu patung piterpennya di buat model arca kali ta., tapi itu namanya jadi brahmana, wisnu.. Gitu2 ta..'
O : 'orang patung lilin si, bukan patung batu'
T : 'yee.. Kalo patung lilin masa ditaro disini, panas gni tmpatnya. Bisa meleleh. Didalem2 x ta..'
N : 'bukan disini x ta.. Secara ini isinya barang purbakala semua'
De : 'tanya gih ama mas2nya..'
Di : 'ia gi tanya, udah kita liat2 drtd tp ga ada ni.'
T : 'waa.. Disitu x diruang staff. Piterpenny kerja part time dimuseum. Kikikikiki..'
O : 'jyah. Yawda deh gw tanya.'

Setelah okta bertanya. Diketahuilah ternyata patungnya bukan disitu. Tapi digedung sebelah. Namun, ruang tersebut sedang digunakan untuk acara pameran, jadi.. Mau tak mau okta harus mengurungkan niatnya. Ahaha.. Anda kurang beruntung ta, sabar yah..

'Next stop monumen nasional. Check your belonging and step carefuly. Thank you.'
Kalo di transjakarta pasti bunyi gitu pas kita turun. Tapi kita tdk naik transjakarta lg sodara2. Tapi jalan. (Iaialah, deket gitu.)
Setelah kita berjalan beberapa meter. Ternyta cukup jauh juga jalan ke pintu masuknya. Okta pun sempat menawarkan, nyelip pager monas. Tapi gw ogah. Bukannya karena ga muat. Tapi karena malu, kan diliatin orang2.. Udah gitu ada polisi2 ganjen yg manggil2 dari dalem pager lagi. Gw jalan duluan. Tapi yg lain masih berembuk di depan pager.

T : *mulai kesel* 'udah si jalan aja! Ntr juga ga terasa!!'

Akhirnya mereka mengikuti gw, apalagi setelah gw kasih tau ada polisi ganjen disitu.

Akhirnya, setelah mendaki gunung lewati lembah, kita pun sampai di monas. Walaupun udah aga pegel gara2 jalan lumayan jauh (maklum gw jarang olah raga, jadi jalan dikit udh kerasa pegel, jalan banyak encok-encok, jalan banyak banget pegen pingsan*okeh gw ngaku,yg ini ngelebai*. Hmm.. Jgn2 gw penuaan dini apa ya?), tapi kita langsung pepotoan di depan monas. Ohoho2..

T : 'eh.. Eh potoin gw lompat dum di monas. Biar kea poto yg di depan gedung sate.. Ehehe.'

Langsung, dengan semangat 45 gw lompat2. lompatan pertama,fotonya gagal. Lompatan kedua, gw lg setengah jongkok. lompatan ketiga, gw kek orang kesandung arca. lompatan ke 4 sweater gw doang yg terbang.

T : 'hadoo,. Kok ga jadi2 si potonya. Pegel gila gw lompat2 daritadi.'
Di : 'yawda gw duluan yg poto'

Pas dishya poto, gw yg potoin dy. Sekali take langsung cingcai! Jadi dengan amat sangat bagus tu poto!!

T : 'ah.. Tu dishya lgsg bisa. Lu pada g professional ngmbil fotonya! Potoin lg dum. Tapinya pas gw kek mw loncat lgsg klik. Jadinya pas!'
N : 'ah.. Lu tu yas lompatnya kurang tinggi!'
T : 'yawda dah nii.. Gw lompatny tinggi. Huft. Capek,.'

Gw pun poto lg, tapi ga bisa-bisa dapet moment lompat yg bagus. Akhirny giliran poto gw diselak nieke. Nieke 2x take lgsg dapet. Ah emg gwnya aj yg profesional ngambil fotonya. Lalu setelah nieke, okta. Okta jg ga dapet2 poto lompatnya. Ahaha.. Desy pun poto juga, tapi dia g lompat, maklum nene2 osteoporosis, takut tulangnya langsung jadi debu x yek abis lompat. Ngahaha.

Dan finally.. Abis desy foto.. Gw dapet juga foto lompat yg cingcai. Walaupun ekspresi muka gw jelek dan baju gw kgag bener pas lompat, tapi baguslaa.. (iaiala bagus daripada gw kudu lompat lagi!)

Lalu kita pun berjalan, menuju monas bagian dalam. Tujuan pertama kita kebawah dulu, udah gitu baru naek lift keatas.

Sesampainy diloket, gw dan okta mengeluarkan kartu pelajar, biar kita semua bayar dgn harga pelajar. kikiki..

t : 'tiket terusanny lima ya?'
Mas2 monas (mmm): 'lah? Ini kartu pelajar buat apa? Buat saya?'
o : 'ya engga la.. Buat nunjukin kalo kita pelajar. Jadiny bayarny murah.'
Mmm: 'oh.. Coba saya liat kartunya.' *membaca kartu pelajarnya dgn seksama* 'lah? Anak 65?'
T : 'iya. Tau?' (biasanya orang2 pada gak tau 65 dimana karna saking minimalisnya.*baca:seimprit.*)
Mmm: 'tau lah.. Orang saya alumni situ?'
O : 'he? Yg bener.'
T : 'coba.. Sebutin 65 dimana!'
Mmm: 'kebon jeruk lah!'

Gw lgsg mikir, pertanyaan gw standar bgt, secara ada alamat sekolah gw di kartunya.
T : 'coba sebutin guru2 yg ngajar bapak dulu!'
Mmm: 'yeh.. Nanti udh pd pensiun lagi. Saya tuh angkatannya meta, tau ga yg ank paskib'
T : 'yeh.. Mana saya tau!'
O : 'wah.. Kalo bapak alumni 65,berarti kita dikasih gratis dong..'
Mmm: *mengalihkan pembicaraan* 'anak sma situ kan tajir2 ya?'
T : 'tajir2 dari menong! Ngga jg ah. Kita aja kere2 gini.'
Abis itu gw dan okta memberikan tiket tersebut ke dishya, nieke, dan desy sekaligus menceritakan hal yg kita alami barusan.
Di : 'he? Yang bener?!'
O : 'ijaa. Td dy blg begitu..'
T : 'eh.. Eh.. Alumni 65 jd jaga loket monas ya? Ntr gw jaga loket paan?'
N : 'yeh! Ngga juga lah. Sembarangan klo ngomong.'

Mmm: 'eh.. Eh.. Sini..!'
T : *menghampiri mmm* 'knapa pa?'
Mmm: 'pd tinggal dimana aj?'
T : 'macem-macem pa, ada yg di srengseng, palmerah, grogol, meruya. Emg knp pa?'
Mmm: 'wah.. Saya tggal di kemanggisan!'
T : 'wah, tetangga dong. Harusnya tetangga maa ngasih gretongan nih.. '
Mmm: *mengalihkan pembicaraan* 'main2 nanti ya kerumah saya.'
T : 'okeh. Sip2. Daa pak! '

Kami pun meneruskan perjalanan ke museum yg dibawah2 monas itu, yang ada diorama2nya. Sesampainya disana kita langsung duduk2 dan ngadem dulu karena cape.
Sayup-sayup terdengar lagu2 kebangsaan yg dinyanyikan paduan suara.

'tanah tumpah darahku yg suci mulia.. Indah dan permai bagaikan intan permata'

T : 'waah ta! Lagu paduan suara pas kt lomba d smp!'
O : 'yeh.. Gw gak tau. Pas smp gw gak ikut padus'
T : 'ou..'
Gw pun mendengarkan lagu itu sambil ikut2an nyanyi kadang2. Setelah itu lagunya habis. Dan terdengar lagu lain..

'nyiur hijau.. Kuning merayu.. Siar-siur.. Daunnya melambai'

T : 'wah! Ini pas sd nyanyi lagu ini pas lomba paduan suaranya!'
O : 'oh iyaya? Gw lupa..'
T : 'ia tau!'
O : 'eh.. Iya2.. Tapi gw udh lupa.'

Kemudian, lagunya habis. Terdengar lagu lain..

'tanah airku indonesia.. Negeri elok amat kucinta..'

T : 'waah.. Ini lagu yg kemarin kita lomba di stekpi pas kelas 2!'
O : 'oh ia..'

'melambai.. Lambai *melambai-lambai* nyiur di pantai *nyiur dipantai..'

de : 'eia.. Tapi ini yg nyautnya yang cewek ya, kalo kemaren kita yang cowok'

'berbisik bisik raja klana..'

di : 'ia.. Ia.. Dulu pas bagian ini gw merinding banget. Apalagi pas terakhirnya.. Beh.. Megah yak. Sayang kita ga menang.'
T : 'ia.. Sampe2 gw gemeteran gitu dengernya. Secara gw di depan jadi conductor gt. Beh kerasa bgt merindingnya,.' (kira2 itu karna gw merinding dgr lagunya? Apa karna nervous yak?)

Kemudian kami keliling2 melihat diorama2. Setelah itu, karena sudah bosan, kami pun melanjutkan perjalanan menuju lift. Ternyata antrian yang cukup panjang telah menunggu.

Selama mengantri, kami bercakap2 untuk menghilangkan rasa jenuh.
di : 'daritadi lagunya paduan suara mulu de, bosen. yang lain kek gitu..'
de : 'trus lagu apa?'
t : 'hmm.. gimana kalo lagunya,"suara.. dengarkanla aku" ahiahiahiahiaaa..'
o : 'ahahahahaha... eh..ehh.. masa ia nama fansnya ijo daun itu klorofers'
t : 'ahahahahaha... kenapa gak sekalian aja, tilakoiders, graners, plastiders, jaringan bunga karangers.. buahahahaha'
yang lain : 'ahahahaha... najong2'
t : 'nieke, diem aja lu dari tadii..!!'
de : 'kek ga tau aja luu,, nieke kan jaim kalo di luar. berani kandang dia. ahahahaha'
di : 'eh.. eh.. ada bule!'
de : 'bule..bule.. bulepotan!'
t : 'ahahaha.. '
de : 'eh..eh.. sapa bulenya..'
t : 'yeh.. jangan.. nanti bulenya abis ngeliat lu mikir gini, "hmm.. am i in monas or ragunan?" ahahahaha'
yang lain kecuali desy : 'ahahahha'
de : *loading dulu...* 'ah! sialan. maksud lo apa?'
t : 'ahahaha'
o : 'eh..eh.. ada gambar proyeksi monasnya tuh. Jangan2 nanti itu jadi soal ujian praktek kesenian kita.'
t : 'idih. males banget. jangan ampe daa!'

setelah agak lama menunggu akhirnya, tibalah giliran kita untuk naik lift.
dilift..
t : 'eh..ehh.. itung percepatan kita liftnya nii.. ahaha!'
de : 'ahaha. najos. mentang2 abis un daritadi omongan kita nyangkut2 kepelajaran.'
t : 'ahahaha..'
n : 'aduh yas jangan gerak2. kuncirlu kena muka gw..'
t : *makin semangat menggerak2an kepala* 'hah? apaan sii nep?'
n : 'ah.. susah kan ngomong ama orang cacad.'

lalu kami pun sampai diatas.. kami pun duduk2 dikursi yang seimprit, foto2 dan juga beli koin untuk menggunakan teropong. setelah puas melihat2 pemandangan dan kabut2 asap kota jakarta dari atas kami pun sepakat untuk turun. tapi mesti ngantri lagi. Fyuuhh..

rencana kita selanjutnya adalah mengunjungi teras lantai duanya. sesampainya disana kita lonjoran kaki.. rasanya pegel juga. tadinya gw mengajak untuk poto2, tapi penampilan sudah amat sangat kucel. puas duduk2, kita pun berencana mencari tempat makan.

setelah melalui perdebatan panjang tentang mau makan dimana (tadinya mau ke sarinah naik trans jakarta, tapi takut kemaleman pulangnya, mau keragusa, tapi encok jalannya), akhirnya kita ke gambir, buat makan hokben.
ternyata jalan ke gambir lumayan jauh juga. setelah sampai dihokben, gw makan dengan barbarnya saking kelaperan. saladnya desy pun gw embat (soalnya desy gak suka saladnya).

abis makan, kita pun bergegas pulang. sudah pukul 5 sore. tadinya gw kira magrib udah nyampe rumah. ternyata, perjalanan memakan waktu sekali. kita kudu transit2 di halte2 lainnya. belum lagi ngantri buat naik busnya. di transjakartanya pun kami berdesak-desakan pula. tapi sehabis transit di senen menuju harmoni, disha menemukan kebahagiaan.

de : 'napa lu senyum2 daritadi?'
di : 'mas2 buswaynya lucu.. ehehe..'
n : 'idih, sempet2nyaa..'
o : 'eh iaa.. lumayan lucu juga'
t : *karena tempat gw agak jauh,, gw pun melongok2 penasaran pgn ngeliat mas2nya* 'hmm.. lumayan sii. tapi lucunya pas dari samping doang. dari depan ngga.'
di : ' tapii lucu ah.. ehehe.. untung tempat gw deket dia. ehehe. mau nanya2 ah..'
de : ' idih.. dasar si mpo..'

kemudian dishya pun mulai nanya2 ga jelas sambil senyum2 sesekali. namun, kebahagiaan dishya berakhir setelah kita sampai di harmoni. ckckck. sabar ya buu..
di harmoni, haltenya amat sangat jauh lebih penuh. badan rasanya udah pegel2. mega2 merah sudah mulai merona dilangit. sebentar lagi magrib. kita masih harus ngantri menunggu bus.

t : ' aduh.. nanti desek2an lagi ya?'
n : 'ialah. jam pulang kerja gini.. pasti rame..'
t : 'aduh.. nieke.. lu pura2 jadi orang cacad dee, trus desy pura2 epilepsinya kambuh kek gitu.. biar kita dapet duduk... pegel banget ini.'
de : ' ahaha.. kenapa ngga lu aja sekalian ngelewerin lidah sambil jalan pincang2 gitu..'
t : ' ngga dum.. gw jadi temennya aja. lu aja yang kambuh epilepsi. trus gw blg,"adu2.. temen saya kumat.. dy mesti deket saya, trus harus duduk ini...!!" ahahaha'
n : 'udah dong.. ga ada energi lagi ni buat gw ketawa,,'

kami pun berdiri lagi di bus yang menuju arah grogol. macet bener lagii.. akhirnya sampailah kita di tempat transit, lagi!, di grogol. desy turun disitu karena lebih dekat kerumahnya. dishya ngga transit, karena dia naik sampai kali deres. tinggal gw, nieke dan okta. menuju transjakarta selanjutnya. alhamdulillah kita dapet duduk di bus selanjutnya.. fyuuh. nieke turun disasak, gw dan okta turun di permata hijau.
skitar pukul 19.30 gw sampai dirumah. fyuuhh akhirnyaaa..
capek juga..
tapi seneng,
ehehehe..
:D

tadinya gw mau langsung tidur, tapi ada sher di ami. jadinya nonton sher baca nominasi dulu. ehehehe...