Puteri Bunga Melur dan Tuntung Kapur
Alkisah, hiduplah sepasang suami yang belum juga dikaruniai anak. Kemudian suatu ketika, sang istri melihat bunga melur (melati), dia pun berujar, "alangkah cantiknya bunga ini, semoga apabila aku mempunyai anak, secantik bunga ini."
Kemudian, didalam mimpiya sang ibu bermimpi didatangi orangtua berjanggut putih, dan dia berkata bahwa mereka akan dikaruniai seorang anak perempuan, dan ketika dewasa puteri itu akan dikirimkan ke seberang untuk bertemu dengan jodohnya. Kemuadian,mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik seperti bunga melur. Namun anak itu hanya sebesar bunga melur.Dan mereka menamai anaknya Puter Bunga Melur.
Ketika anak tersebut sudah dewasa, sang ibu pun megirimkannya ke seberang dengan perahu dari pkelopak jantung pisang, sebelumnya ibunya berpesan agar puteri bunga melur tidak berhenti di pinggir bunga bakung. Namun, saat melewati bunga bakung dan melihat keindahannya, puteri bunga melur terkesima dan melupakan pesan ibunya dan mengampiri bunga itu.
Dari bunga bakung terdengar suara," Wahai puteri yang cantik, singgahlah sebentar, saya ingin menumpang perahumu melihat-lihat negeri orang. menjadi pesuruhmu pun aku mau." Ternyata itu adalah TuntungKapur,besar badannya hampir sama dengan Puteri Melur, namun tangan dan kakinya besar-besar. Tabiatnya jelek dan kasar.
Kemudian Melur mengiyakan dan berlayarlah mereka berdua. Ketika sampai pelabuhan, perahu pelepah mereka mengeluarkan cahaya, hingga membuat orang-orang takjub. Lalu hulubalang pun melapor ke Istana. Raja menyuruh mereka ke istana karena raja mengingat mimpinya,"permintaanmu untuk mendapatkan putera akan dikabulkan, namun puteramu amat kecil. Kelak ketika remaja tunggulah jodohnya di pelabuhan"
Ketika Raja bertemu Melur dan Tuntung Kapur, tuntung kapur menjawab," Hamba Tuntung Kapur, dan yang menyertai hamba adalah pesuruh hamba, bernama Melur." Melur diam saja, ia tidak mengira bahwa tuntung kapur akan setega itu.
Raja menyuruh tuntung kapur dan melur untuk tinggal di istana, tetapi tuntung kapur meminta agar melur tidur dikandang kuda. Namun lambat laun perangai kasar tuntung kapur pun tersibak. Tuntung kapur kalau memasak gulai, santan dibuangnya malah ampasnya yang diambil, dan santan tersebut di buat masakan yang enak-enak oleh Melur, maka putera raja pun lebih senang dengan melur daripada tuntung kapur.
Suatu ketika tuntung kapur dan melur diajak berpesiar dengan perahu bernama pelang tembagamenyusuri sungai. Namun,tuntung kapur memperbolehkan melur ikut, tetapi dia hanya diperbolehkan naik kelopak jantung pisang. Kemudian berlayarlah mereka. Diperjalanan semua binatang-binatang bernyanyi,
"Sungguh sampan pelang tembaga
Tuntung Kapur didalamnya
Sungguh sampan kelopak jantung
Puteri Bunga Melur didalamnya
Sungguh sampan pelang tembaga,
entah siapa didalamnya
Sunggung sampan kelopak jantung
Tunangan putera raja didalamnya."
Nyanyian tersebut diulang-ulang oleh hewan-hewan. Curigalah Raja dan putera raja terhadap tuntung kapur. Akhirnya mereka pun mengetahui kebenarannya, dan puteri tuntung kapur dihukum dan puteri bunga melur menikah dengan putera raja
-disadur dari:Ulasan Cerita Rakyat Sumatera oleh Sujiati dan V Sudiati. 1995
****
THE STORY BEHIND:
Alkisah, hiduplah sepasang suami yang belum juga dikaruniai anak. Kemudian suatu ketika, sang istri melihat bunga melur (melati), dia pun berujar, "alangkah cantiknya bunga ini, semoga apabila aku mempunyai anak, secantik bunga ini."
Kemudian, didalam mimpiya sang ibu bermimpi didatangi orangtua berjanggut putih, dan dia berkata bahwa mereka akan dikaruniai seorang anak perempuan, dan ketika dewasa puteri itu akan dikirimkan ke seberang untuk bertemu dengan jodohnya. Kemuadian,mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik seperti bunga melur. Namun anak itu hanya sebesar bunga melur.Dan mereka menamai anaknya Puter Bunga Melur.
Ketika anak tersebut sudah dewasa, sang ibu pun megirimkannya ke seberang dengan perahu dari pkelopak jantung pisang, sebelumnya ibunya berpesan agar puteri bunga melur tidak berhenti di pinggir bunga bakung. Namun, saat melewati bunga bakung dan melihat keindahannya, puteri bunga melur terkesima dan melupakan pesan ibunya dan mengampiri bunga itu.
Dari bunga bakung terdengar suara," Wahai puteri yang cantik, singgahlah sebentar, saya ingin menumpang perahumu melihat-lihat negeri orang. menjadi pesuruhmu pun aku mau." Ternyata itu adalah TuntungKapur,besar badannya hampir sama dengan Puteri Melur, namun tangan dan kakinya besar-besar. Tabiatnya jelek dan kasar.
Kemudian Melur mengiyakan dan berlayarlah mereka berdua. Ketika sampai pelabuhan, perahu pelepah mereka mengeluarkan cahaya, hingga membuat orang-orang takjub. Lalu hulubalang pun melapor ke Istana. Raja menyuruh mereka ke istana karena raja mengingat mimpinya,"permintaanmu untuk mendapatkan putera akan dikabulkan, namun puteramu amat kecil. Kelak ketika remaja tunggulah jodohnya di pelabuhan"
Ketika Raja bertemu Melur dan Tuntung Kapur, tuntung kapur menjawab," Hamba Tuntung Kapur, dan yang menyertai hamba adalah pesuruh hamba, bernama Melur." Melur diam saja, ia tidak mengira bahwa tuntung kapur akan setega itu.
Raja menyuruh tuntung kapur dan melur untuk tinggal di istana, tetapi tuntung kapur meminta agar melur tidur dikandang kuda. Namun lambat laun perangai kasar tuntung kapur pun tersibak. Tuntung kapur kalau memasak gulai, santan dibuangnya malah ampasnya yang diambil, dan santan tersebut di buat masakan yang enak-enak oleh Melur, maka putera raja pun lebih senang dengan melur daripada tuntung kapur.
Suatu ketika tuntung kapur dan melur diajak berpesiar dengan perahu bernama pelang tembagamenyusuri sungai. Namun,tuntung kapur memperbolehkan melur ikut, tetapi dia hanya diperbolehkan naik kelopak jantung pisang. Kemudian berlayarlah mereka. Diperjalanan semua binatang-binatang bernyanyi,
"Sungguh sampan pelang tembaga
Tuntung Kapur didalamnya
Sungguh sampan kelopak jantung
Puteri Bunga Melur didalamnya
Sungguh sampan pelang tembaga,
entah siapa didalamnya
Sunggung sampan kelopak jantung
Tunangan putera raja didalamnya."
Nyanyian tersebut diulang-ulang oleh hewan-hewan. Curigalah Raja dan putera raja terhadap tuntung kapur. Akhirnya mereka pun mengetahui kebenarannya, dan puteri tuntung kapur dihukum dan puteri bunga melur menikah dengan putera raja
-disadur dari:Ulasan Cerita Rakyat Sumatera oleh Sujiati dan V Sudiati. 1995
****
THE STORY BEHIND:
sketch
cukil
cetak








ternyata ada dongeng yg seperti ini yaa di Indonesia, kukiranya cuma ada thumbelina sj yg dari luar, hehehehe...
BalasHapusjadinya timbul gitu ya yass lukisannya.. :D
tuntung kapur artinya apaan sih?
iya.. ada.. ahaha..
BalasHapusngga timbul, itu yang timbul2 itu untuk cetakannya, jadi nyetak 12 lebar.
ga tau juga tuntung kapur artinya apa deh.. hem..
baru tau saya, ternyata ribet ya buatnya...
BalasHapusiya ribeet. >.<
BalasHapushooo :O
BalasHapussukses yaa!!! :D
amin! :D
BalasHapusaaaa seruuuu mau cobain !!! ukuran berapa kali berapa ini,40 x 40?a3?
BalasHapuskalo ga salah 30x30 apa 40x40 ya.. ga nyampe a3 deh.. tugas selanjutnya baru a2 kul, ahihaha
BalasHapus